Alasan saya untuk memposting tulisan ini, karena bagi saya sangat menarik dan bahasanya mudah dimengerti, khususnya oleh saya sendiri. Posting ini membicarakan WAJAH,.. Saya pribadi menganggap wajah juga sebagai magnet utama manusia untuk memikat lawan jenis, bukan Cuma itu kadang juga wajah bisa menjadi masalah bagi kita.. dan ditulisan ini banyak sekali diterangakan tentang apa yang tersirat dibalik wajah..
Wajah adalah salah satu ciri manusia yang paling menonjol, paling dikenal, dan paling diingat. Seperti juga kepribadian manusia, maka wajah manusia itu bersifat spesifik dan individual yang berbeda antara masing-masing individu. Secara sadar atau tidak, kita semua seringkali menilai wajah orang-orang yang kita temui. Kesan wajah yang mencerminkan kejujuran, wajah penipu, wajah licik, wajah penakut, wajah pemberani, wajah penuh kasih sayang, wajah penuh kebengisan, dan kesan lainnya, biasanya merupakan kesimpulan yang kita dapatkan dari kesan pertama perjumpaan kita.
Akan tetapi, seringkali pula kita ternyata salah dalam mengambil kesimpulan awal yang kita dapatkan secara seketika berdasarkan naluri semata tanpa penelaahan lebih lanjut. Dibalik wajah ada lebih dari seratus otot yang terletak dibawah permukaan kulit, menyebar di sekitar empat belas tulang, dan otot-otot inilah yang mengendalikan dan
menggerakkan cerita tentang wajah manusia.
Setiap wajah akan memberikan sebuah cerita yang hampir setara dengan sebuah cerita novel. Ada cinta, harapan, persahabatan, iri hati, kelicikan, ketamakan, ambisi, kesombongan, dan Tak ketinggalan juga dalam soal seks. Semua itu dapat terbaca dan terangkum dalam wajah siapa saja setiap individu yang kita temui pada setiap harinya.
Kita mungkin akan terkejut jika melihat potret hasil gabungan potongan sisi kiri wajah kita yang disambungkan dengan potongan sisi kiri wajah kita dibandingkan dengan potret yang menggabungkan potongan sisi kanan wajah kita digabungkan dengan potongan sisi kanan wajah kita. Kita kemungkinan besar akan mendapatkan satu wajah dari satu individu yang ternyata mempunyai dua wajah yang sangat berbeda ekspresinya.
Bisajadi kita akan mendapati potret wajah gabungan sisi kiri-kiri yang menampilkan ekspresi bersahabat dan ceria, sedangkan potret wajah gabungan sisi kanan-kanan yang menampilkan ekspresi bengis dan culas. Bisajadi potret wajah hasil gabungan sisi kiri-kiri menyiratkan ekspresi sifat pemurung dimana hal itu ditutupinya dengan mencoba menampilkan kepada sekelilingnya ekspresi wajah gembira seperti yang terlihat dari potret wajah hasil gabungan sisi kanan-kanan. Lantas, apa yang bisa kita pelajari dari ekspresi wajah yang asimetris atau ekspresi wajah yang berbeda dari potret wajah gabungan sisi kiri-kiri dan potret wajah gabungan sisi kanan-kanan itu ?.
Dua paragraf diatas memberi pelajaran yang baru bagi saya, saya sendiri berpikiran bahwa, secara ngggak langsung manusia memiliki bakat yang khas dalam menyembunyikan sesuatu. Wajah yang membuat mereka mempunyai bakat tersebut, dan wajah pula yang mendukung manusia untuk kadang2 selalu bertopeng dalam situasi tertentu. Karena manusia sendiri memiliki kemampuan tersebut, meskipun tanpa kita sadari..
Sisi kiri wajah yang dipengaruhi oleh bagian hemisfer kanan otak ini merefleksikan emosi dan sikap dasar kepribadian seseorang. Beberapa kalangan mengatakan, sisi kiri wajah yang disebut sisi aspek sinister ini merupakan sisi pribadi yang paling mendasar dari seseorang. Sedangkan sisi kanan wajah yang dipengaruhi oleh bagian hemisfer kiri otak ini merefleksikan hasil reaksi yang terkendali. Ibarat papan iklan, sisi kanan wajah adalah citra yang ingin diperlihatkan seseorang kepada dunia sekitarnya. Sebuah topeng sosial dimana seseorang berusaha menyembunyikan dirinya yang sesungguhnya.
Ketidakseimbangan antara sisi kanan wajah dengan sisi kiri wajah ini dapat menampilkan tanda-tanda khusus yang memberikan informasi lebih lanjut bagi pengenalan aspek kepribadian
seseorang. Semakin simetris ekspresi wajah seseorang akan semakin jujur dan semakin jelas emosi dan perasaan yang diperlihatkannya. Sedangkan semakin asimetrik ekspresi wajah seseorang akan semakin besar kemungkinan kepura-puraan dan semakin jelas adanya pengendalian emosi dan perasaan dipaksakan yang ingin ditampilkan dan diperlihatkannya kepada sekelilingnya.
Seperti juga halnya dengan animasi singkat yang menampilkan ekspresi wajah yang berbeda dari potret hasil gabungan sisi kiri-kiri dan potret hasil gabungan sisi kanan-kanan, yang dapat mengungkapkan keadaan karakter dasar dan kepribadian seseorang. Begitu pula jika dalam bertatap muka langsung dengan seseorang, kita didapati perbedaan kebiasaan pada kedua sisi ekspresi wajahnya itu maka dapat pula menunjukkan dasar kontradiksi dalam kepribadian seseorang itu.
Mungkin seseorang dapat menyesuaikan ekspresi wajah untuk mengelabuhi atau untuk menarik simpati, namun hal itu cepat atau lambat akan tampak yang sesungguhnya kendati sudah sedemikian keras berusaha ditutup-tutupinya. Bagi pembaca wajah yang sudah panjang jam terbangnya serta melakukan upaya khusus dan kejelian untuk menyadari asimetris wajah seseorang, maka tanda-tanda yang mampu bercerita itu cepat atau lambat akan muncul walau hanya dalam beberapa detik saja.
Hal lainnya bagi pengamat wajah yang sudah berpengalaman, ketidakseimbangan antara kanan dan kiri juga dapat memberikan informasi lebih lanjut apabila sesorang diberikan pertanyaan yang memerlukan pemikiran sejenak sebelum menjawab. Telaah yang dilakukan oleh beberapa pakar di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka yang cenderung memalingkan wajah sebelum menjawab pertanyaan maka dari kebiasaannya itu akan dapat tersirat aspek penting dari kepribadian dan kecerdasannya. Mereka yang berpaling ke arah kanan berpotensi besar untuk lebih berhasil di bidang Matematika dan Ilmu Sains. Hal itu diperoleh dari kenyataan bahwa hemisfer kanan otak biasanya lebih menonjol untuk konsep ruang dan musik serta proses pemikiran analogis. Sedangkan mereka yang berpaling ke arah kiri menyiratkan potensi untuk lebih berhasil di bidang Seni dan Ilmu Sosial. Hal itu diperoleh dari kenyataan bahwa hemisfer kiri otak biasanya lebih menonjol di bidang ekspresi verbal dan penalaran.
Ekspresi wajah yang menyiratkan emosi terpendam yang ada didalamnya, salah satunya juga dapat terlihat dari sebuah senyuman. Kendati senyuman kadang adalah sebuah upaya berkomunikasi dengan orang lain untuk menunjukkan perasaan senang dan gembira, namun senyuman juga dapat berarti sebuah sinyal yang dilontarkan bahwa seseorang itu tidak ingin mengambil satu sikap tertentu.
Hal lain yang tak dapat dikesampingkan bahwa senyuman itu erat katiannya dengan budaya. Di Indonesia mungkin senyuman berarti perlambang rasa bahagia atau bisajadi ekspresi untuk menutupi kemarahan, sementara itu di Jepang, Thailand, Cina Korea, tersenyum juga sebuah ungkapan rasa bungung, malu, bahkan kesedihan. Senyuman orang Jepang, terutama wanitanya jika dikaitkan dengan budaya kaum Samurainya -seperti juga wanita Sparta- mengungkapkan rasa sedih merupakan tindakan serius yang melanggar kode kehormatan Samurai, mereka dituntut mengungkapkan rasa gembira ketika mendengar pahlawan mereka gugur di medan perang. Ciri khas senyuman memang berbeda-beda antara budaya bangsa yang satunya dengan yang lainnya, dan memang tidak semua senyuman itu hangat. Semisal senyuman dengan gigi yang menyeringai, ini merupakan ekspresi khas kaum Yahudi yang sangat dikenal diseluruh dunia. Mereka yang senang menyitir kata-kata Shakespeare akan mengatakan, saya tersenyum dan membunuh secara bersamaan. Lain ladang lain belalang, pada beberapa budaya bangsa yang lainnya lagi, senyuman kepada lawan jenis bahkan ada yang merupakan undangan dan ajakan untuk bermain cinta, apalagi jika disertai tatapan mata mengundang dan ujung lidah bergerak menjilat bibir atas secara perlahan.
Namun demikian, dalam senyuman ada beberapa dasar-dasar tertentu yang mungkin dapat dijadikan pedoman yang berlaku universal.Senyuman tanda gembira yang tidak disertai dengan
mata yang tersenyum dan kadang-kadang bahkan justru disertai dengan tatapan mata yang dingin dan keras, dapat dipastikan itu adalah sebuah senyuman yang palsu atau yang pura-pura. Seperti halnya senyuman pura-pura, begitu pula ada tawa yang terpaksa. Tawa yang tidak diikuti oleh otot mata yang bergeraksehingga mata tampak kosong dan tanpa ekspresi, maka terimalah itu sebagai penghormatan dari seseorang yang ingin menjaga perasaan anda dan menyenangkan anda serta tidak ingin anda tersinggung walaupun sesungguhnya lelucon anda sama sekali tidak lucu. Bangsa Korea dan Cina mempunyai kata-kata peringatan tentang keterlibatan otot dalam tertawa, berhati-hatilah terhadap seseorang yang otot perutnya tidak bergerak sewaktu tertawa.
Membaca wajah juga berarti mengungkap siratan potensi kecerdasan pemikiran seseorang. Tak habis-habisnya orang berspekulasi tentang detail pembahasan tanda-tanda potensi seseorang itu. Demikian pula tiada habis-habisnya orang berspekulasi tentang sosok Monalisa yang sangat kesohor dengan senyumannya itu, siapakah dia sebenarnya dan bagaimanakah kepribadiannya. Senyum Monalisa yang sudut kiri mulutnya sedikit melengkung keatas menyiratkan potensi suka melecehkan bilamana dia marah. Oleh Sigmund Freud, senyumannya ini diartikan sebagai kombinasi yang kontras antara kelembutan yang tiada banding dengan sensualitas yang tanpa ampun. Bibir atasnya yang menutupi bibir bawahnya menyiratkan potensi seperti yang dikatakan Sigmund Freud tadi, potensi dorongan nafsu seksualitas yang kuat. Namun, ditambah dengan lekukan kecil berbentuk huruf V diujung bawah bibir atasnya, sekaligus juga peringatan buat pasangannya, ada potensi kuat -bisajadi- sulit untuk selalu tetap setia. Bentuk rahang yang turun lurus dan panjang membulat menyiratkan karakter yang kuat dan optimisme yang tinggi, suatu kombinasi yang cocok untuk berkarier dibidang sales dan marketing.Akan tetapi, lubang hidungnya yang jelas sewaktu wajahnya dipandang dari depan, justru menyiratkan adanya potensi kurang menghargai uang alias boros. Garis batas rambutnya yang mulus dan bulat melengkung, menyiratkan tanda adanya potensi bukan sebagai teman yang dapat diandalkan alias plin-plan. Hidungnya yang lurus dan panjang disertai pangkal hidung yang tinggi, meyiratkan kecerdasannya dan teman bicara yang memukau. Namun ada yang mengerikan, dua matanya yang persis sama namun sipit dan berbentuk lonjong, menyiratkan potensi cemburunya yang amat besar, seakan ingin mengatakan ia akan tak segan-segan berbuat apapun terhadap wanita lain yang berani-berani mencoba merebut kekasihnya dari dekapannya. Sungguh suatu perpaduan dan kombinasi yang unik sekaligus misterius. Pantaslah jika banyak orang yang justru terpesona karena kemisteriusan si Monalisa.
Seringkali pemikiran diatas terpikirkan oleh kita, tapi sangat sulit untuk mengeluarkannya, meskipun dalam bentuk tulisan…. Saya hanya menambahkan beberapa kata atau kalimat apa yang pernah tersirat atau terpikirkan…..
Tulisan ini disadur dari hasil kutipan sebagian isi buku yang berjudul “Membaca Karakter Lewat Wajah” tulisan Lailan Young terbitan Penerbit Arcan Jakarta.



Ini tentang wajah yang tidak mau dipotret kah? Maksudnya, cuma mau dilukis aja. Gitu tah?
BalasHapusSukses Rep..Ayo nulis maneh...
Ini aku Rep, barusan lupa nggak nulis URL. Kapan ini tulisane sing anyar????
BalasHapushahahahahhaaa,... masih belum bro tapi iki dhuduk tulisanku.. aq nyadur, sumberre onok ng bawah tulisane...
BalasHapusisin, pengen nulis tapi isin....
nulis2 laporan perjalanan ae wes enak hehehehehhe....!!! sek belum pede