Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 11 Maret 2009

Alas Purwo

Hutan kedua yang pernah saya kunjungi d pulau jawa adalah Alas Purwo, setelah BandeAlit atau Taman Nasional Meru Betiri.

banyak yang mengatakan alas purwo adalah surganya para peselancar, selain itu pantai-pantai dialas purwo juga menarik dan bagus, pantai trianggulasi yang dikelola langsung oleh Taman Nasional Alas Purwo, mempunyai padepokan yang harga sewanya relatif terjangkau. pantai Gotri yang memiliki bentuk pasir bulat. selain itu juga terdapat pantai Parang ireng yang bentuk pasirnya hitam legam. Terdapat juga pantai Ngagel, tempat penangkaran penyu belimbing, abu2 dan hijau. Lokasi ini hanya berjarak 3 km dari Rawabendo melalui jalan makadam dan pasir pantai.

tapi selain itu kita bisa juga berpetualang menikmati suasana alam raya, mengamati satwa d padang terbuka. Di Alas purwo terdapat padang Sadengan, tempat dimana sekitar 200-an ekor banteng, rusa dan merak tinggal selain berpetualang alas purwo juga sering dikunjungi untuk tujuan meditasi. terdapat banyak gua disana, dan konon katanya gua2 tersebut memiliki nilai mistis yang tinggi. gua tersebuat adalah: gua istana, gua padepokan, gua putri, dan gua macan. Gua ini dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km berjalan kaki.


khusus jalur ke pantai plengkung, hanya diperbolehkan berjalan kaki. Untuk yang memakai kendaraan pribadi hanya boleh sampai pos pancur saja, selanjutnya untuk menuju panatai plengkung diharuskan berjalan kaki sekitar 8 kilo, atau sekitar 1 jam setengah. Sepanjang perjalanan anda akan melewati pantai gotri yang memiliki bentuk pasir bulat dan ringan, sehingga membuat kita sulit untuk berjalan.

Hutan Taman Nasional Alas purwo dapat dicapai melalui kota Banyuwangi terus ke Muncar atau melalui Benculuk dengan tujuan akhir Pasar Anyar. Dari sini kita meninggalkan perkampungan, menuju hutan terisolasi di ujung Blambangan, melalui 10 km jalan makadam menuju pintu utama Taman Nasional di Rowobendo. Pendaftaran langsung dapat dilakukan disini. Dari Rowobendo, 3km jalan makadam menuju Pancur, sebuah pos ditepi pantai. Dari Pancur, jalan bercabang2 menuju Sadengan, pantai Ngagel atau terus ke selatan menuju Plengkung.

Tak jauh dari Rawabendo, terdapat Pura Tua bernama Giri Seloka yang sudah ada disana jauh sebelum TNAP ada. Menurut catatan buku tamu di Pos Rawabendo, sebagian dari pengunjung TNAP adalah tamu ibadah menuju ke Pura ini.

Sabtu, 07 Februari 2009

Rowo Cangak 2009

Rowo Cangak

Hampir setiap tahun saya k daerah TNMB-Bandealit, tapi baru tahun ini saya d beri kesempatan berkenalan dengan daerah bagian barat TNMB, tapi sayang sekali saya dan temen2, hanya bisa sampai Rowo Cangak. Tapi di sana kami merasa menemukan tempat bermain yang baru, sungguh menarik. sebenarnya pantai ini dekat sekali dengan pantai wisata Watu Ulo, hanya saja tranport ksana sangat sulit. dari arah Ambulu hanya bisa d lalui dengan kendaraan brmotor tapi kalo dari arah Kotta Blatter bisa d tempuh dengan mobil atau truck,...
suasana alamnya tidak kalah dari pantai Watu Ulo atau pantai lainnya d daerah selatan, hanya saja tidak terawat banyak sampah yang terbawa dari laut berada d sepanjang pantai ini.
banyak hal2 yang menarik yang kami temukan selama perjalanan, misalnya;
kami menemui jembatan kayu yang hanya tertata dari batang2 pohon yang diameternya kira2!!, berapa ya...?pokoknya kecil tapi g kecil2 amat sich.....tapi kekuatan batang trsebut adalah, batang trsebut tidak kering alias masih basah, kulit batang tersebut masih utuh, dan katanya jembatan tersebut hanya dipakai saat musim penghujan datang.

Kami menaiki Rakit agr bisa k Desa Sumber Rejo kec. Ambulu. rakit ini menjadi angkutan penyebrangan antara desa Ungkalan k Sbr Rejo, setiap kendaraan motor ataupun sepeda d kenai biaya Rp. 1.000,00.



sangat asyik dan seru, kami sangat senang..... weekend yang menyenangkan....!!!
 
Blogger Templates