
banyak yang mengatakan alas purwo adalah surganya para peselancar, selain itu pantai-pantai dialas purwo juga menarik dan bagus, pantai trianggulasi yang dikelola langsung oleh Taman Nasional Alas Purwo, mempunyai padepokan yang harga sewanya relatif terjangkau. pantai Gotri yang memiliki bentuk pasir bulat. selain itu juga terdapat pantai Parang ireng yang bentuk pasirnya hitam
legam. Terdapat juga pan
tai Ngagel, tempat penangkaran penyu belimbing, abu2 dan hijau. Lokasi ini hanya berjarak 3
km dari Rawabendo melalui jalan makadam dan pasir pantai.
tapi selain itu kita bisa juga berpetualang menikmati suasana alam raya, mengamati satwa d padang terbuka. Di Alas purwo terdapat padang Sadengan, tempat dimana sekitar 200-an ekor banteng, rusa dan merak tinggal selain berpetualang alas purwo juga sering
dikunjungi untuk tujuan meditasi. terdapat banyak gua disana, dan konon katanya gua2 tersebut memiliki nilai mistis yang tinggi. gua tersebuat adalah: gua istana, gua padepokan, gua putri, dan gua macan. Gua ini dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km berjalan kaki.
khusus jalur ke pantai plengkung, hanya diperbolehkan berjalan kaki. Untuk yang memakai kendaraan pribadi hanya boleh sampai pos pancur saja, selanjutnya untuk menuju panatai plengkung diharuskan berjalan kaki sekitar 8 kilo, atau sekitar 1 jam setengah. Sepanjang perjalanan anda akan melewati pantai gotri yang memiliki bentuk pasir bulat dan ringan, sehingga membuat kita sulit untuk berjalan.
Hutan Taman Nasional Alas purwo dapat dicapai melalui kota Banyuwangi terus ke Muncar atau melalui Benculuk dengan tujuan akhir Pasar Anyar. Dari sini kita meninggalkan perkampungan, menuju hutan terisolasi di ujung Blambangan, melalui 10 km jalan makadam menuju pintu utama Taman Nasional di Rowobendo. Pendaftaran langsung dapat dilakukan disini. Dari Rowobendo, 3km jalan makadam menuju Pancur, sebuah pos ditepi pantai. Dari Pancur, jalan bercabang2 menuju Sadengan, pantai Ngagel atau terus ke selatan menuju Plengkung. 
Tak jauh dari Rawabendo, terdapat Pura Tua bernama Giri Seloka yang sudah ada disana jauh sebelum TNAP ada. Menurut catatan buku tamu di Pos Rawabendo, sebagian dari pengunjung TNAP adalah tamu ibadah menuju ke Pura ini.



Lu kirim deh artikel ini,nanti gue edit - biar enakan. Kirim ke email : bungacantigi@yahoo.co.id
BalasHapusEssip sara;
BalasHapusmana nih artikel terbarunya???
BalasHapus