Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 23 Desember 2008

Hari Ibu

Sekapur Sirih

Berawal dari obrolan lepas sewaktu ngopi, akhirnya terlahirlah ide sederhana untuk mengumpulkan puisi teman-teman menjadi satu. Sebut saja, antologi puisi dalam rangka memperingati hari IBU. Seiring munculnya ide tersebut, moment ini yang paling terdekat

Konsep awalnya juga sangat sederhana, mengumpulkan puisi temen2 dan kemudian meyusunnya dengan layout yang sangat sederhana, setelah itu dibacakan di lapangan tengah Fak. Sastra UNEJ, pada tanggal 22 Desember yang bertepatan pada peringatan Hari IBU Sedunia.

Diharapkan, setelah ini akan muncul ide-ide segar yang mampu meramaikan dunia sastra kita. Seringkali ide-ide segar lahir dimana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apapun. Ide-ide segar bisa saja berawal dari obrolan di warung kopi sewaktu hujan. He.. he.. he. Dan, siapa tahu? Setelah ini akan muncul ide-ide yang lebih segar dan inovatif,..

Tak ada hal apapun yang dapat menghalangi manusia berkarya. Karena hakekat dari hidup adalah menciptatakan karya dan menikmati karya, meskipun hanya dengan media yang sangat sederhana. Tuhan YME menciptakan dunia dan isinya untuk kita manfaatkan sesuai dengan kebutuhan kita. Tinggal bagaimana cara kita memanfaatkan bumi dan isinya untuk berkarya secara ikhlas dan merdeka. Selamat berkarya !!!

Kami mohon maaf apabila dalam penyjiannya ada yang kurang berkenan baik secra lisan dan tulisan. Kritk dan saran sangat yang membangun sangat klami harapkan untuk hasil yang lebih baik. Salam hangat dari kami untuk orang2 tercinta yang ada dihidup kalian, selamat menikmati dan MARI KITA MULAI BERPUISI,...


Saat aku besar nanti,

akan kubunuh orang itu

Yang selalu menagih utang ke bapakku dengan . . .

membawa preman sambil membentak-bentak

Saat aku besar nanti

Akan kubawa pulang puncak Mahameru buat ibuk

Yang selalu menangis di belakang rumah

Sambil sesenggukan dia masih sempat bercerita

Tentang bidadari di puncak gunung

Yang tak pernah punya utang

Yang tak pernah kelaparan

Seperti saat aku kecil dulu

Saat ibuk memegangi perutnya

Saat bapak resah

Mencari utang

Demi utang

25 Maret 2006

an. www.terbuai.blogspot.com



Kau singsingkan lengan bajumu

Kau busungkan perutmu

Hanya demi aku amakmu

Kau biarkan kulit mulusmu dibakar

Oleh panas terik matahari

Keringatpun mengalir deras mengguyur tubuhmu

Hingga kulit mulusmupun menjadi buluk

Darah dan dagingku adalah

air yang

keluar dari dadamu

Jiwa ragaku dari kasih sayangmu

Kaulah orang terhebat dan terkeramat bagiku

Ibu . . .

Karya : nn saja . . .

Ibu

Ibu . . .

Dalam senyum kau menangis pilu

Aku sebagai anakmu

Juga merasakan dan ikut tersedu

Ibu . . .

Aku sebagai anakmu

Ingin membahagiakanmu

Menyerahkan segalanya untukmu

Selama aku

mampu

Ibu . . .

Aku ingin merangkulmu

Akan kuhapus segala pilu

Dan akan kujadikan kau

Sebagai ratuku . . .

16 Desember 2008

Karya : Riza Hakim

Sind ‘06




Maaf…

Ketika itu aku menanarkanmu

Tak rasa kau nyata untukku

Hanyut dalam hiruk pikuk penat pikiranku

Terlena dengan nikmatnya khilafku

Pongah dengan keyakinan bahwa aku mampu tanpamu

Maaf…

Lagilagi aku salah

Ternyata kau tak biasa

Sesosok hawa teristimewa

Berkelebat setiap kali aku membuka pintu

Menjerat ketika aku menghela nafas

Berdengung di teng

ahtengah bising angin malam

Tersenyum di antara temboktembok pucat pasi

Terlantun setiap aku

bersua dengan

tuhan

Maaf…

Aku akan kembali padamu

Ulurkan kedua telapak tanganku

Rindukan rengkuhan lembutmu

Melihat dunia di kedua matamu

Berharap di doa tulusmu

Melukis raut bergaris wajahmu

Merenda hari dengan untaianuntaian katamu


Bunda..

Terimakasih

Menjadi cermin hari tuaku…

Karya : Cyelvie

Sind ‘06


IBU

Mama,

Seberapa merah bercak noda yang tertinggal

Dalam selangkanganmu?

Selebar apa bekas luka cakar harimaumu?

Sederas apa cucuran keringatmu yang berserakan

Di lantai?

Sekuat apa hentakan suaramu membelah

Perut bumi?

Nak,

Warna merahku menjadi daging dalam bahasamu

Nak,

Tutup luka bekas cakarku dengan tanganmu

Nak,

Cucuran keringatku melebur bersama air matamu

Nak,

Hentakan suaraku seperti tangisanmu

Mama,

Biarkan aku menjadi ikan yang berenang indah

Biarkan aku menjadi kaktus nan cantik

Biarkan aku terperosok ke dalam kemunafikan dunia

Nak,

Tidurlah . . .

Aku akan mendekapmu dalam satu ikatan kencang

11.25 Pm

December 16th 2008

Tita/tithot/ntit – DKK Sastra


Posting ini hanya sebagian kecil dari karya temen2 yang terkumpul. Saya menucapkan terima kasih telah diberi kesempatan untuk memposting "antologi puisi" dalam rangka memperingati Hari Ibu SeDunia ini. Semoga kegiatan diatas bermafaat bagi semua dan melahirkan ide-ide yang diharapkan, dan saya minta maaf karena ada beberapa kata yang saya robah "sekapur sirih". Trim's.........."

Terima Kasih :

  • Terima kasih kepada Tuhan YME, atas karunia dan rahmatNya yang tak terkira

  • Alam raya dan seluruh komponen yang ada di dalamnya

  • Seluruh Ibu dan calon Ibu sedunia, selamat Hari Ibu . . .

  • Keluarga Besar Bumi Sastra Universitas Jember

  • Keluarga Besar SWAPENKA Sastra

  • Keluarga Besar DKK Sastra

  • Keluarga Besar LPMS Sastra

  • Keluarga Besar IMASIND Sastra

  • Keluarga Besar Komunitas Indie jember – FINGER, thank atas inspirasinya

  • Ms Rony Cemilan & Patmo – Thanks atas waktu yang diluangkan untuk me-layout-kan kumpulan puisi bersama ini. Sory mas kalo agak rewel dan ngrepotin

  • Ms Ebhi DKK, thanks kemaren dah mau mbantuin kita. Maaph ms, waku kita mepet, jadi pentasnya ditunda lain waktu aja ya ms. Tapi suwun banget lho ms, atas idenya.

  • Hendy-IMASIND dan Ajiz-SWAPENKA, sebagai seksi wira-wiri, sory udah ngrepotin kalian.

  • Penjaga-penjaga warnet yang banyak kita repotkan ( Gatot, Ms Semar, Odhol , Bang Korep-yang nantinya mau secara sukarela mempostingkan puisi-puisi ini ke blog, thanks banyak semuanya )

  • Pohon-pohon, dengan proses yang panjang hingga akhirnya menghasilkan kertas yang kita gunakan sebagai media berkarya

  • http://terbuai.blogspot.com, terima kasih banyak,tulisan-tulisannya menginspirasi kami untuk berkarya.

  • Orang-orang tercinta dalam kehidupan kita

  • Terima kasih juga untuk pihak-pihak yang mendukung terselesaikannya kumpulan puisi bersama ini

  • Temen-temen yang mau nyumbang dalam antologi puisi bersama “Kado Buat Ibu” ini. Thanks banyak



0 comments:

Posting Komentar

 
Blogger Templates