Berawal dari obrolan lepas sewaktu ngopi, akhirnya terlahirlah ide sederhana untuk mengumpulkan puisi teman-teman menjadi satu. Sebut saja, antologi puisi dalam rangka memperingati hari IBU. Seiring munculnya ide tersebut, moment ini yang paling terdekat
Konsep awalnya juga sangat sederhana, mengumpulkan puisi temen2 dan kemudian meyusunnya dengan layout yang sangat sederhana, setelah itu dibacakan di lapangan tengah Fak. Sastra UNEJ, pada tanggal 22 Desember yang bertepatan pada peringatan Hari IBU Sedunia.
Diharapkan, setelah ini akan muncul ide-ide segar yang mampu meramaikan dunia sastra kita. Seringkali ide-ide segar lahir dimana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apapun. Ide-ide segar bisa saja berawal dari obrolan di warung kopi sewaktu hujan. He.. he.. he. Dan, siapa tahu? Setelah ini akan muncul ide-ide yang lebih segar dan inovatif,..
Tak ada hal apapun yang dapat menghalangi manusia berkarya. Karena hakekat dari hidup adalah menciptatakan karya dan menikmati karya, meskipun hanya dengan media yang sangat sederhana. Tuhan YME menciptakan dunia dan isinya untuk kita manfaatkan sesuai dengan kebutuhan kita. Tinggal bagaimana cara kita memanfaatkan bumi dan isinya untuk berkarya secara ikhlas dan merdeka. Selamat berkarya !!!
Kami mohon maaf apabila dalam penyjiannya ada yang kurang berkenan baik secra lisan dan tulisan. Kritk dan saran sangat yang membangun sangat klami harapkan untuk hasil yang lebih baik. Salam hangat dari kami untuk orang2 tercinta yang ada dihidup kalian, selamat menikmati dan MARI KITA MULAI BERPUISI,...
Saat aku besar nanti,
akan kubunuh orang itu
Yang selalu menagih utang ke bapakku dengan . . .
membawa preman sambil membentak-bentak
Saat aku besar nanti
Akan kubawa pulang puncak Mahameru buat ibuk
Yang selalu menangis di belakang rumah
Sambil sesenggukan dia masih sempat bercerita
Tentang bidadari di puncak gunung
Yang tak pernah punya utang
Yang tak pernah kelaparan
Seperti saat aku kecil dulu
Saat ibuk memegangi perutnya
Saat bapak resah
Mencari utang
Demi utang
25 Maret 2006
an. www.terbuai.blogspot.com
Kau singsingkan lengan bajumu
Kau busungkan perutmu
Hanya demi aku amakmu
Kau biarkan kulit mulusmu dibakar
Oleh panas terik matahari
Keringatpun mengalir deras mengguyur tubuhmu
Hingga kulit mulusmupun menjadi buluk
Darah dan dagingku adalah
air yang
keluar dari dadamu
Jiwa ragaku dari kasih sayangmu
Kaulah orang terhebat dan terkeramat bagiku
Ibu . . .
Karya : nn saja . . .
Ibu
Ibu . . .
Dalam senyum kau menangis pilu
Aku sebagai anakmu
Juga merasakan dan ikut tersedu
Ibu . . .
Aku sebagai anakmu
Ingin membahagiakanmu
Menyerahkan segalanya untukmu
Selama aku
mampu
Ibu . . .
Aku ingin merangkulmu
Akan kuhapus segala pilu
Dan akan kujadikan kau
Sebagai ratuku . . .
16 Desember 2008
Karya : Riza Hakim
Sind ‘06
Maaf…
Ketika itu aku menanarkanmu
Tak rasa kau nyata untukku
Hanyut dalam hiruk pikuk penat pikiranku
Terlena dengan nikmatnya khilafku
Pongah dengan keyakinan bahwa aku mampu tanpamu
Maaf…
Lagilagi aku salah
Ternyata kau tak biasa
Sesosok hawa teristimewa
Berkelebat setiap kali aku membuka pintu
Menjerat ketika aku menghela nafas
Berdengung di teng
ahtengah bising angin malam
Tersenyum di antara temboktembok pucat pasi
Terlantun setiap aku
bersua dengan
tuhan
Maaf…
Aku akan kembali padamu
Ulurkan kedua telapak tanganku
Rindukan rengkuhan lembutmu
Melihat dunia di kedua matamu
Berharap di doa tulusmu
Melukis raut bergaris wajahmu
Merenda hari dengan untaianuntaian katamu
Bunda..
Terimakasih
Menjadi cermin hari tuaku…
Karya : Cyelvie
Sind ‘06
Mama,
Seberapa merah bercak noda yang tertinggal
Dalam selangkanganmu?
Selebar apa bekas luka cakar harimaumu?
Sederas apa cucuran keringatmu yang berserakan
Di lantai?
Sekuat apa hentakan suaramu membelah
Perut bumi?
Nak,
Warna merahku menjadi daging dalam bahasamu
Nak,
Tutup luka bekas cakarku dengan tanganmu
Nak,
Cucuran keringatku melebur bersama air matamu
Nak,
Hentakan suaraku seperti tangisanmu
Mama,
Biarkan aku menjadi ikan yang berenang indah
Biarkan aku menjadi kaktus nan cantik
Biarkan aku terperosok ke dalam kemunafikan dunia
Nak,
Tidurlah . . .
Aku akan mendekapmu dalam satu ikatan kencang
11.25 Pm
December 16th 2008
Tita/tithot/ntit – DKK Sastra
Posting ini hanya sebagian kecil dari karya temen2 yang terkumpul. Saya menucapkan terima kasih telah diberi kesempatan untuk memposting "antologi puisi" dalam rangka memperingati Hari Ibu SeDunia ini. Semoga kegiatan diatas bermafaat bagi semua dan melahirkan ide-ide yang diharapkan, dan saya minta maaf karena ada beberapa kata yang saya robah "sekapur sirih". Trim's.........."
Terima Kasih :
Terima kasih kepada Tuhan YME, atas karunia dan rahmatNya yang tak terkira
Alam raya dan seluruh komponen yang ada di dalamnya
Seluruh Ibu dan calon Ibu sedunia, selamat Hari Ibu . . .
Keluarga Besar Bumi Sastra Universitas Jember
Keluarga Besar SWAPENKA Sastra
Keluarga Besar DKK Sastra
Keluarga Besar LPMS Sastra
Keluarga Besar IMASIND Sastra
Keluarga Besar Komunitas Indie jember – FINGER, thank atas inspirasinya
Ms Rony Cemilan & Patmo – Thanks atas waktu yang diluangkan untuk me-layout-kan kumpulan puisi bersama ini. Sory mas kalo agak rewel dan ngrepotin
Ms Ebhi DKK, thanks kemaren dah mau mbantuin kita. Maaph ms, waku kita mepet, jadi pentasnya ditunda lain waktu aja ya ms. Tapi suwun banget lho ms, atas idenya.
Hendy-IMASIND dan Ajiz-SWAPENKA, sebagai seksi wira-wiri, sory udah ngrepotin kalian.
Penjaga-penjaga warnet yang banyak kita repotkan ( Gatot, Ms Semar, Odhol , Bang Korep-yang nantinya mau secara sukarela mempostingkan puisi-puisi ini ke blog, thanks banyak semuanya )
Pohon-pohon, dengan proses yang panjang hingga akhirnya menghasilkan kertas yang kita gunakan sebagai media berkarya
http://terbuai.blogspot.com, terima kasih banyak,tulisan-tulisannya menginspirasi kami untuk berkarya.
Orang-orang tercinta dalam kehidupan kita
Terima kasih juga untuk pihak-pihak yang mendukung terselesaikannya kumpulan puisi bersama ini
Temen-temen yang mau nyumbang dalam antologi puisi bersama “Kado Buat Ibu” ini. Thanks banyak








0 comments:
Posting Komentar